Antara Persija, Persib dan juga Arema Malang
>> Senin, Desember 07, 2009
Membicarakan tentang Persija dan Persib tentu sepertinya tidak akan ada habis-habisnya. Bayangkan tim Persija adalah sebuah klub ibukota dengan dukungan dana yang melimpah dan kualitas pemain yang tidak bisa diragukan. Begitu pula dengan Persib setali tiga uang, walaupun bukan klub ibukota tapi juga tidak kalah akan potensinya.
Namun saya jadi prihatin, kok kedua klub tersebut yang juga merupakan kebanggaan saya ini masih saja terseok-seok di klasemen papan bawah di awal kompetisi ISL musim ini?
Tentu saja sebagai pengelola blog seputar sepakbola semua klub peserta ISL adalah merupakan kebanggaan saya. Tanpa ada yang fanatic satupun! Namun sebagai orang yang menghabiskan masa SMA dan kuliah serta mencari nafkah di Jakarta, kemudian tinggal di daerah Pondok Gede - Bekasi daerah perbatasan Jakarta tapi masuk wilayah Jawa Barat. Rasanya sayang, jika tidak menyoroti keberadaan Persija dan Persib khususnya prestasinya.
Untuk musim kompetisi ISL tahun ini, sekarang Persija bertengger di urutan 10 dan Persib lebih parah lagi pada urutan 14 sama-sama memainkan 7 pertandingan. Ironisnya apa yang kurang dari mereka?
Di Persija ada Bambang top skorer sementara dan Baihakki bek andalan Timnas Singapura. Sementara di Persib lebih mentereng lagi ada Gonzales, Hilton, Budi Sudarsono dan dua punggawa Timnas Thailand Kosin dan Suchao. Kurang apa lagi?
Kalau alasannya belum padunya permainan tidak juga. Karena kebiasaan jelek klub ISL adalah setiap awal kompetisi, hampir sebagian besar skuadnya adalah baru semua. Termasuk juga Arema. Namun bagi Arema tidak bermasalah, sehingga pantas saja saat ini dia menjadi pemimpin klasemen sementara.
Itulah yang saat ini membedakan Arema dengan Persija dan Persib. Sama-sama skuadnya baru namun Arema tidak tidak pernah kalah di pertandingan away (tandang), setidaknya sampai saat ini. Berbeda dengan Persija dan Persib.
Persija dari 4 kali pertandingan tandang, menang sekali dan sisanya tumbang. Persib tidak beda, 4 kali tandang tumbang semua. Hmm, kalau boleh bilang ternyata permasalahannya simple yaitu “jago kandang.”
Tapi untunglah masih banyak waktu untuk berbenah dari segi teknik ataupun mental bertanding. Ini baru awal-awal kompetisi. Tunjukan bahwa sebagai macan dan maung kalian masih punya gigi yang akan tumbuh untuk bisa mencakar lawan-lawannya. Sehingga di akhir kompetisi akan punya potensi menjadi yang terbaik! ***
Read More..







